Nganjuk, patroli-crime.id_ Aksi pencurian kembali meresahkan warga. Kali ini peristiwa tersebut terjadi di Perumahan Griya Waung Regency, Desa Waung, Kecamatan Baron. Ironisnya, lokasi perumahan berada tidak jauh dari Mapolsek Baron, namun kondisi lingkungan yang minim sistem pengamanan justru diduga menjadi celah bagi pelaku kejahatan.
Kasus ini telah dilaporkan korban berinisial DS ke Polsek Baron, Polres Nganjuk. Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Terima Pengaduan (STTP) Nomor: STTP/6/I/2026/SPKT/Polsek Baron/Polres Nganjuk/Polda Jawa Timur, tertanggal 1 Februari 2026.
Menurut keterangan korban, aksi pencurian terjadi pada Sabtu, 31 Januari 2026 sekitar pukul 12.40 WIB. Waktu kejadian yang berlangsung pada siang hari menunjukkan keberanian pelaku, sekaligus memperlihatkan lemahnya sistem keamanan di kawasan tersebut.
Dari hasil penelusuran, diketahui Perumahan Griya Waung Regency tidak dilengkapi petugas keamanan, portal penjagaan, maupun sistem kontrol keluar masuk tamu. Kondisi ini membuat area permukiman relatif terbuka dan rentan dimasuki orang asing tanpa pengawasan.
Petunjuk baru muncul setelah warga sekitar menemukan rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan sebuah mobil mencurigakan melintas di sekitar lokasi kejadian. Dalam rekaman tersebut, kendaraan roda empat itu terlihat berada di area perumahan pada waktu yang berdekatan dengan peristiwa pencurian.
Plat nomor kendaraan terlihat sebagian, namun hingga kini masih memerlukan proses verifikasi oleh pihak kepolisian. Rekaman CCTV tersebut menjadi bahan penting dalam proses penyelidikan, termasuk untuk menelusuri arah datang dan pergi kendaraan serta mencari rekaman pendukung dari titik kamera lainnya.
Selain kehilangan barang berharga, korban juga melaporkan hilangnya sejumlah dokumen penting, termasuk dokumen perbankan milik korban dan anak korban. Hilangnya dokumen tersebut menimbulkan kekhawatiran tersendiri karena berpotensi disalahgunakan untuk tindak kejahatan lain.
Dalam laporan kepolisian, kasus ini masih berstatus dalam penyelidikan. Korban diketahui telah menyerahkan sejumlah bukti pendukung, termasuk informasi rekaman CCTV yang diharapkan dapat membantu mengungkap identitas pelaku.
Masyarakat kini menanti langkah lanjutan aparat kepolisian dalam menelusuri jejak kendaraan yang terekam, mengidentifikasi pelaku, serta mengungkap kasus ini secara transparan dan profesional.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi pengelola kawasan hunian agar tidak mengabaikan sistem keamanan lingkungan. Kedekatan lokasi dengan kantor aparat penegak hukum tidak selalu menjamin keamanan, terutama jika pengawasan internal tidak berjalan maksimal.(tim)

0 Komentar