Nganjuk, patroli-crime.id_ Kepala SPPG Ngujung, Irfan, membenarkan bahwa menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke sekolah dalam kondisi mulai basi. Hal tersebut disampaikan Irfan melalui pesan WhatsApp kepada awak media, disertai kronologi kejadian yang juga telah dibagikan secara tertulis.
Dalam keterangan yang diterima, disebutkan bahwa laporan awal berasal dari guru yang mencurigai kondisi makanan. Menu yang disajikan saat itu adalah mie goreng kampung dengan sayur wortel dan kubis, demikian bunyi kronologi yang disampaikan pihak SPPG.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak SPPG langsung mengambil sejumlah langkah cepat untuk mencegah makanan tersebut dikonsumsi oleh siswa.
Langkah yang diambil antara lain:
Pengawas gizi melakukan pengecekan pada sampel sesi pertama, dan ditemukan bau yang sudah tidak enak.
Seluruh MBG kemudian ditarik dan pihak sekolah diinformasikan agar makanan tidak dikonsumsi.
Staf SPPG melakukan klarifikasi kepada pihak sekolah terkait kejadian tersebut.
Meski makanan telah ditarik sebelum dikonsumsi, kejadian ini tetap menimbulkan kekecewaan di kalangan siswa karena tidak mendapatkan jatah makan siang pada hari tersebut.
Diberitakan sebelumnya bahwa Beredar kabar mengenai penarikan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di SMKN 1 Gondang, Kabupaten Nganjuk, pada Senin (13/4). Program makan siang gratis tersebut dilaporkan dikembalikan secara keseluruhan ke pihak SPPG setelah diduga tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, MBG sempat diantarkan ke sekolah oleh pihak SPPG Ngujung, Kecamatan Gondang, menggunakan satu unit mobil pick up. Padahal, biasanya distribusi dilakukan dengan dua kendaraan. Namun, sebelum makanan tersebut sempat dibagikan kepada siswa, pihak SPPG kembali datang dan menarik seluruh paket makanan.
Akibat kejadian tersebut, para siswa mengaku kecewa karena tidak mendapatkan jatah makan siang gratis pada hari itu akhirnya sejumlah siswa memilih membeli makanan di kantin saat jam istirahat.
Kekecewaan semakin bertambah lantaran pada hari berikutnya, Selasa (14/4), MBG kembali diantarkan seperti biasa dan dibagikan kepada siswa. Namun, tidak adanya penggantian untuk hari sebelumnya(tim)

0 Komentar