Nganjuk, patroli-crime.id_ Khofifah Indar Parawansa melakukan peninjauan langsung ke peternakan sapi di Nganjuk, tepatnya di Desa Sukorejo, Sabtu (2/5/2026). Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan ketersediaan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Dalam kegiatan itu, pemerintah ingin memastikan bahwa stok hewan kurban tetap dalam kondisi aman, sehat, serta mampu mencukupi kebutuhan masyarakat. Berdasarkan laporan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, persediaan hewan kurban saat ini berada dalam kondisi surplus.
Kondisi tersebut tidak hanya mencukupi kebutuhan daerah, tetapi juga berpotensi mendukung pasokan ke wilayah lain. Tahun ini, kebutuhan hewan kurban di Jawa Timur diperkirakan mencapai sekitar 427.060 ekor. Sementara stok yang tersedia jauh melampaui angka tersebut, terdiri dari 629.119 ekor sapi, 9.630 ekor kambing, 4.440 ekor domba.
Gubernur menegaskan bahwa kualitas ternak di Jawa Timur dalam kondisi baik dan layak dijadikan hewan kurban. Selain itu, pemerintah provinsi terus berupaya memperluas pasar, termasuk membuka peluang ekspor guna meningkatkan nilai ekonomi sektor peternakan.
Sementara itu, Ahmad Mursyid, salah satu peternak setempat, mengungkapkan bahwa saat ini kandangnya menampung sekitar 255 ekor sapi. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 ekor telah terjual untuk kebutuhan kurban tahun ini.
Dengan ketersediaan stok yang melimpah serta dukungan pemerintah, Jawa Timur dinilai memiliki peluang besar menjadi daerah penopang utama kebutuhan hewan kurban, baik di tingkat regional maupun nasional.

0 Komentar