SPPG Sukorejo Disorot, Titik Lokasi di Google Maps Diduga Tak Sesuai dengan Alamat Asli


NGANJUK, patroli-crime.id_ Di era digital, keberadaan sebuah instansi pemerintah tidak hanya terlihat dari bangunan fisiknya, tetapi juga dari kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi. Sayangnya, hal tersebut belum sepenuhnya terlihat di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Saat melakukan penelusuran lapangan pada Jumat (19/6/2026), awak media mendapati lokasi SPPG belum memiliki titik koordinat yang sesuai di Google Maps. Kondisi ini berpotensi menyulitkan masyarakat maupun pihak lain yang hendak mencari lokasi fasilitas pelayanan tersebut.

Petugas keamanan SPPG, Hanafi, mengakui bahwa nama SPPG memang sempat muncul di Google Maps, namun tanpa titik koordinat yang dapat mengarahkan pengguna ke lokasi sebenarnya.

"Memang tidak ada titik koordinatnya," ujarnya.

Beberapa jam setelah konfirmasi dilakukan awak media, sekitar pukul 14.40 WIB, titik lokasi SPPG akhirnya muncul di Google Maps. Namun, koordinat yang ditampilkan justru mengarah ke kawasan SPBU Candirejo, bukan ke lokasi SPPG yang berada di Jalan Anjuk Ladang Nomor 05, RT 02/RW 04, Dusun Bedingin, Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret.

Perbedaan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai akurasi data digital yang digunakan sebagai informasi publik. Pasalnya, keberadaan lokasi yang tidak sesuai berpotensi membingungkan masyarakat maupun pihak yang berkepentingan.

Selain persoalan titik koordinat, awak media juga mengalami kesulitan memperoleh konfirmasi langsung dari Kepala SPPG. Awalnya petugas keamanan menyampaikan bahwa pimpinan berada di lokasi namun tidak dapat ditemui. Tidak lama kemudian, keterangan berubah dengan menyebut Kepala SPPG sedang berada di luar bersama stafnya.

Di sisi lain, daftar absensi manual juga menjadi perhatian. Meski menurut petugas keamanan Kepala SPPG telah hadir sejak sekitar pukul 07.00 WIB, hingga pukul 10.45 WIB nama yang bersangkutan belum tercatat dalam daftar hadir. Beberapa pegawai lain, seperti Akuntan dan Ahli Gizi, juga belum tercantum pada absensi manual dengan alasan telah menggunakan sistem absensi digital.

Awak media turut mencoba meminta klarifikasi melalui pesan WhatsApp kepada Kepala SPPG. Namun hingga berita ini disusun, belum ada tanggapan resmi yang diberikan.

Dalam peninjauan di area SPPG, awak media juga menemukan beberapa perlengkapan yang dinilai belum tertata dengan baik, seperti mangkuk yang diletakkan di bawah saluran pipa air, lap di atas pipa tabung, serta wadah bekas cat di sekitar area instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Berbagai temuan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran. Namun kondisi ini menjadi catatan penting agar pengelolaan administrasi, penataan fasilitas, serta keterbukaan informasi publik di lingkungan SPPG dapat terus ditingkatkan, sehingga pelayanan kepada masyarakat berjalan semakin transparan, tertib, dan mudah diakses.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SPPG Sukorejo belum memberikan klarifikasi resmi terkait sejumlah temuan tersebut.(tim) 

Posting Komentar

0 Komentar