Kesenian Tiban Perdana Digelar di Nganjuk, Jadi Ajang Silaturahmi dan Pelestarian Budaya


NGANJUK, patroli-crime.id_ Sejarah baru tercipta di Kabupaten Nganjuk. Untuk pertama kalinya, kesenian tradisional Tiban digelar di Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso, Minggu (5/7/2026). Pertunjukan budaya yang identik dengan adu cambuk ini sukses menarik perhatian ratusan masyarakat yang memadati lokasi acara.

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Bambang Warsono tersebut merupakan rangkaian peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Selain menjadi hiburan rakyat, pagelaran ini bertujuan mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus melestarikan dan memperkenalkan warisan budaya Nusantara kepada masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Pagelaran Tiban menghadirkan peserta dari sejumlah paguyuban seni, yakni dari Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung. Kehadiran para pelaku seni dari dua daerah tersebut memberikan warna tersendiri sekaligus memperkenalkan tradisi Tiban yang selama ini lebih dikenal berkembang di wilayah selatan Jawa Timur.

Ketua panitia mengatakan, dipilihnya kesenian Tiban merupakan upaya menghadirkan hiburan rakyat yang bernilai budaya sekaligus memperkaya khazanah seni tradisional di Kabupaten Nganjuk.

"Melalui kegiatan ini kami ingin mempererat silaturahmi antarwarga. Selain itu, kami berharap kesenian Tiban dapat dikenal luas dan menjadi salah satu pertunjukan budaya yang terus berkembang di Kabupaten Nganjuk," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, anggota DPRD Provinsi Guntur Wahono yang turut menghadiri acara menyapa masyarakat, ia berharap kesenian Tiban tidak hanya menjadi tontonan sesaat, tetapi mampu terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat Nganjuk.

"Kesenian tradisional seperti Tiban merupakan bagian dari identitas budaya bangsa. Saya berharap kesenian ini tidak akan pudar, justru semakin berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat Nganjuk," ungkapnya.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal hingga berakhirnya acara. Warga dari berbagai desa datang untuk menyaksikan secara langsung pertunjukan yang memadukan unsur keberanian, sportivitas, persaudaraan, dan nilai-nilai budaya. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung meriah, aman, dan tertib berkat dukungan panitia, tokoh masyarakat, serta aparat yang turut melakukan pengamanan.

Keberhasilan penyelenggaraan perdana ini diharapkan menjadi titik awal berkembangnya kesenian Tiban di Kabupaten Nganjuk. Panitia berharap tradisi tersebut dapat menjadi agenda budaya tahunan yang tidak hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi media pelestarian budaya serta mempererat persaudaraan lintas daerah.

Posting Komentar

0 Komentar