NGANJUK, patroli-crime.id_ Warga Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria yang diduga menjadi korban pembunuhan. Korban diduga berinisial GTW ditemukan dalam kondisi terkubur di samping rumahnya pada Rabu (15/7/2026), setelah sebelumnya dilaporkan menghilang selama tiga hari.
Berdasarkan keterangan adik ipar korban, GTW diketahui sudah tidak berada di rumah sejak Senin (13/7/2026). Meski demikian, istri korban masih sempat berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp dengan nomor milik suaminya. Namun, sejak awal istri korban merasa curiga karena gaya bahasa dalam percakapan tersebut dinilai berbeda dan diduga bukan dikirim langsung oleh suaminya.
Karena tidak kunjung menemukan keberadaan korban, istri GTW mendatangi rumah adiknya untuk meminta bantuan melakukan pencarian. Pencarian terus dilakukan hingga Selasa malam. Setelah itu, istri korban bersama anaknya diantar pulang oleh adiknya.
Sesampainya di rumah, istri korban kembali berupaya mencari keberadaan suaminya hingga ke wilayah Malang. Namun, situasi justru semakin membuat keluarga panik ketika keberadaan istri korban beserta anaknya tidak lagi dapat terlacak melalui aplikasi Google Maps.
Merasa khawatir terjadi sesuatu, adik ipar korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa. Menindaklanjuti laporan itu, perangkat desa bersama warga melakukan penyisiran di sekitar rumah korban.
Saat melakukan pencarian, warga menemukan sebuah gundukan tanah yang mencurigakan di pekarangan samping rumah korban. Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.Petugas dari Tim Inafis yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan menggali gundukan tanah tersebut. Dari hasil penggalian, petugas menemukan sesosok jasad laki-laki yang diduga kuat merupakan GTW.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, jasad korban ditemukan dengan sejumlah luka menganga pada bagian kaki kanan, kaki kiri, serta leher. Jenazah selanjutnya dievakuasi untuk menjalani proses identifikasi dan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian.
Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut. Polisi juga telah memasang garis polisi di lokasi penemuan jasad serta mengumpulkan sejumlah barang bukti dan meminta keterangan dari para saksi.
Peristiwa ini mengundang perhatian warga sekitar yang memadati lokasi kejadian. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku yang bertanggung jawab atas kematian korban.

0 Komentar