NGANJUK, patroli-crime.id_ Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Nganjuk Pusat Madiun menggelar rangkaian kegiatan keagamaan dan sosial berupa Semaan Al-Qur'an, santunan anak yatim, Dzikrul Ghofilin Jatmiko Mantab Rebo Pahing, serta Tasyakuran Warga Baru Tahun 2026, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen PSHT dalam memperkuat nilai spiritual, mempererat persaudaraan, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk, di antaranya Kapolres Nganjuk, tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran pengurus PSHT, serta ratusan warga PSHT dari berbagai rayon dan ranting di Kabupaten Nganjuk.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Semaan Al-Qur'an sebagai ikhtiar bersama memohon keberkahan, keselamatan, dan kedamaian bagi bangsa, daerah, serta seluruh keluarga besar PSHT. Suasana religius kemudian dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan implementasi nilai kemanusiaan yang menjadi bagian dari ajaran organisasi.
Ketua PSHT Cabang Nganjuk Pusat Madiun, Gondo Hariono, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana memperkuat karakter warga PSHT agar senantiasa menjunjung tinggi nilai persaudaraan, budi pekerti luhur, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Pimpinan Majelis Jatmiko Mantab Rebo Pahing mengajak seluruh peserta untuk terus memperkokoh keimanan, memperbanyak dzikir, serta menjaga kerukunan sebagai fondasi terciptanya kehidupan yang damai dan harmonis.
Suasana semakin khusyuk saat pelaksanaan Dzikrul Ghofilin Jatmiko Mantab Rebo Pahing yang diikuti seluruh peserta. Lantunan doa dan dzikir menjadi momentum mempererat ukhuwah, menumbuhkan rasa syukur, sekaligus memperkuat komitmen menjaga persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Pada kesempatan yang sama, PSHT juga menggelar Tasyakuran Warga Baru Tahun 2026. Prosesi tersebut menjadi ungkapan rasa syukur atas bertambahnya keluarga besar PSHT sekaligus pengingat bagi warga baru untuk senantiasa memegang teguh ajaran organisasi yang berlandaskan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, persaudaraan, dan akhlak mulia.
Kehadiran jajaran Forkopimda, termasuk Kapolres Nganjuk, mencerminkan dukungan terhadap kegiatan yang mengedepankan nilai-nilai keagamaan, persatuan, dan kebersamaan. Sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nganjuk.
Melalui kegiatan ini, PSHT Cabang Nganjuk Pusat Madiun kembali menegaskan perannya sebagai organisasi pencak silat yang tidak hanya membina kemampuan bela diri, tetapi juga membentuk pribadi yang berkarakter, religius, peduli terhadap sesama, serta berkontribusi dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah kehidupan masyarakat.(mt)

0 Komentar